KERAGAMAN ETNIS

KERAGAMAN ETNIS

Selasa, 15 Mei 2012

Polda Metro Tolak Izin Konser Lady Gaga

Jakarta, Aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menolak memberikan izin pelaksanaan konser penyanyi dunia Lady Gaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.



"Polda tidak merekomendasikan konser Lady Gaga karena pihak panitia tidak mengajukan izin keramaian," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin (14/05).


Rikwanto mengatakan polisi tidak memiliki kewenangan mengeluarkan izin konser Lady Gaga karena pihak panitia belum mengajukan laporan pelaksanaan keramaian.


Rikwanto menyebutkan rencananya pelantun lagu "Poker Face" itu akan manggung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, 3 Juni 2012.


Rikwanto mendapatkan informasi pihak panitia telah menjual habis tiket konser kepada calon penonton konser Lady Gaga.


Rikwanto menambahkan pihaknya juga mendengar informasi rencana konser Lady Gaga mendapatkan pertentangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), pimpinan salah satu fraksi di DPR RI dan beberapa organisasi masyarakat.


Alasan larangan konser penyanyi bernama lengkap Stefani Joanne Angelina Germanotta itu karena berpakaian erotis dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia.(faktapos)

Senin, 14 Mei 2012

2 Anggota Teroris Terkait Bom Gereja Solo di Ciduk


Jakarta,Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri berhasil menciduk dua terduga teroris di Solo.

Menurut Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar, dua terduga itu berinisial D alias K dan T alias P. Keduanya ditangkap terkait dengan kasus bom gereja di Solo.

"D terlibat bom gereja Solo dan menyimpan sisa handak bom malam 1 Suro di depan Polsek Pasar Kliwon. Sedan T terlibat bom gereja Solo," ucapnya, Jakarta, Jumat (11/05).

Boy mengungkapkan, D ditangkap di Gang Comal VI, Jl Kyai Mojo, Pasar Kliwon. D ditangkap sekitar pukul 13.00 WIB. Sedang T ditangkap di Pasar Legi sekitar pukul 14.00 WIB.

Selain keduanya, tim Densus 88 juga berhasil menangkan terduga pelaku tindak teroris lainnya atas nama P alias G alis D di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pukul 15.30 WIB.

"Yang bersangkutan terkait pembelian senjata untuk pelatihan di Poso," ucap Boy.

Saat ini, kata Boy, ketiganya masih menjalani pemeriksaan yang intensif.

20 Anggota Al-Qaidah Tewas


Aden, Tentara pemerintah Yaman deng menggunakan roket dan senjata artileri memborbadir beberapa lokasi di Provinsi Abyan, yang disinyalir didiami oleh kelompok al-Qaidah. Serangan itu menewaskan sedikitnya 20 gerilyawan dan 10 prajurit.

Seorang pejabat militer yang tak mau menyebutkan namanya mengatakan, pertempuran sengit terjadi di pinggiran Jaar dan Zanjibar di Abyan saat tentara pemerintah mulai melancarkan serangan besar-besaran untuk menguasai kota besar dan kecil yang dikuasai gerilyawan sejak 2011.

Sang sumber mengatakan, angkatan bersenjata Yaman berhasil mendesak posisi gerilyawan al-Qaidah ke luar pinggiran Zanjibar setelah pertempuran mematikan dan pemboman artileri yang menewaskan 20 gerilyawan.

"Ini adalah untuk pertama kalinya tentara kami bergerak menuju pusat kota Zinjibar setelah merebut kembali pangkalan strategis dari al-Qaidah yang telah meninggalkan tempat persembunyian mereka," ia menambahkan, seperti dilaporkan oleh Xinhua, Senin (14/05).

Selain itu, seorang komandan Angkatan Darat mengatakan, sebanyak 10 prajurit termasuk seorang kolonel tewas, dan puluhan lagi cedera dalam pertempuran pada hari Minggu itu dan gerilyawan al-Qaidah di Zinjibar dan Jaar.

Sementara itu beberapa saksi mata yang tak ingin menyebutkan jatidirinya mengatakan, ratusan warga telah meninggalkan Jaar.

"Warga setempat takut terhadap bom nyasar atau serangan udara. Mereka meninggalkan desa mereka menuju tempat lain yang aman," kata saksi mata.

Pada Sabtu malam, Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan dua serangan udara merusak tiga kendaraan dan menewaskan 10 anggota al-Qaidah di dekat perbatasan di Provinsi Shabwa di bagian tenggara negeri tersebut.

Pejabat setempat juga memberi tahu bahwa serangan udara dilancarkan oleh beberapa pesawat tanpa awak milik AS dan menewaskan sebanyak 21 gerilyawan al-Qaidah.

Yaman sedang berjuang melawan al-Qaidah di Jazirah Arab (AQAP), yang berpusat di Yaman dan telah merebut beberapa kota besar di bagian selatan. Mereka memanfaatkan kekosongan keamanan selama kerusuhan rakyat tahun lalu.

Di beberapa wilayah Yaman selatan, kubu mereka bahkan beroperasi sebagai pemerintah de fakto daerah yang bergolak di Yaman itu.

Iran Vonis 13 Agen Mossad


Teheran, FaktaPos.com - Pengadilan Iran telah menjatuhkan hukuman kepada 13 orang yang dinyatakan bersalah terlibat dalam kegiatan spionase untuk agen intelijen Israel, Mossad, kata laporan Press TV satelit lokal Minggu (13/05).

Cabang 15 Pengadilan Revolusi Teheran menjatuhkan putusan pada Minggu, dan menyatakan bahwa para narapidana itu telah terpikat untuk bekerja sebagai mata-mata Mossad melalui jaringan-jaringan televisi satelit mereka yang berbasis di luar negeri dan kampanye iklan yang cerdas, kata laporan itu tanpa rincian tentang vonis.

Para narapidana memiliki 20 hari untuk mengajukan banding terhadap vonis, kata kantor berita setengah resmi Iran, Mehr, Ditambahkannya, bahwa perincian putusan itu akan diumumkan setelah konfirmasi oleh pengadilan banding.

Pada 17 April Kementerian Intelijen Iran mengumumkan bahwa mereka telah menangkap 15 "mata-mata" dan "teroris" yang terlibat dalam kegiatan spionase Israel.

Kementerian itu mengatakan dalam satu pernyataan dalam operasi pasukan intelijen Iran, bahwa pihaknya telah menahan 15 orang, warga Iran dan asing, yang terkait dengan sel mata-mata Israel.

Iran telah menuduh Israel melakukan kerja intelijen di dalam wilayah republik Islam dan bahkan terlibat dalam pembunuhan ilmuwan-ilmuwan nuklir Iran.

Israel dan Barat mencurigai program nuklir Iran dan menuduh Iran melakukan kegiatan persenjataan nuklir dengan kedok program nuklir sipil.

Namun Iran membantah tuduhan-tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa kegiatan nuklirnya untuk kepentingan "damai".

Jumat, 11 Mei 2012

Al Qaeda Dikhianati Agen Sendiri


WASHINGTON,  Media Amerika Serikat melaporkan calon pelaku bom bunuh diri dalam "bom celana dalam" yang digagalkan CIA beberapa waktu lalu ternyata merupakan agen ganda.

Bulan lalu, intelijen AS mendapatkan informasi bahwa Al Qaeda cabang Yaman berniat melancarkan serangan besar menggunakan bom jenis baru yang nyaris tak terdeteksi dalam sebuah penerbangan tujuan AS dari Yaman.

Namun, orang yang diutus oleh Al Qaeda untuk melaksanakan serangan itu ternyata bekerja untuk CIA dan Arab Saudi, demikian dikatakan pejabat AS dan Yaman kepada Associated Press, Selasa (8/5/2012).

Ini merupakan kegagalan serangan bom kali kesekian bagi Al Qaeda, yang sebelumnya nyaris meledakkan bom di pesawat. Bagi AS, ini merupakan kemenangan karena berhasil mengamankan bom itu secara utuh untuk dipelajari intelijennya.

Kerja sama dengan calon pelaku bom bunuh diri itu kali pertama dilaporkan oleh surat kabar Los Angeles Times, Selasa.

Pihak FBI masih menganalisis peledak yang sedianya disembunyikan di dalam celana dalam seorang penumpang. Menurut pejabat berwenang, peledak itu merupakan perbaikan dari bom yang gagal meledak dalam pesawat bertujuan Detroit pada Natal 2009.

Peralatan yang disita dari Yaman itu mirip dengan yang ditemukan dari tangan Umar Farouk Abdulmutallab pada serangan Natal 2009 dalam penerbangan menuju Detroit AS. Warga Nigeria itu tertangkap ketika bom yang dijahit pada celana dalamnya itu gagal meledak .

Bom yang terbaru ini merupakan pengembangan dari bom Abdulmutallab, dan oleh pihak berwenang digambarkan bakal sulit dideteksi meskipun melalui sejumlah pemeriksaan keamanan.

Bom itu dilaporkan memiliki dua jenis detonator dan mengandung peledak militer yang canggih, "Yang mampu meledakkan pesawat terbang," kata seorang pejabat seperti dikutip New York Times.

Pakar-pakar bom yang dikutip media AS mengatakan, berdasarkan ciri-cirinya, bom itu kemungkinan buatan pakar bom AQAP Ibrahim Hassan Tali al-Asiri atau salah satu muridnya.

Menurut para pejabat AS yang menolak namanya disebut karena kasus ini cukup sensitif, calon pelaku itu direkrut oleh badan intelijen Arab Saudi dan dikirim ke Yaman untuk bergabung dengan salah satu sel kelompok Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP). 

Setelah mendapat tugas, "agen ganda" tersebut meninggalkan Yaman bersama bom itu. Awalnya berencana meledakkannya di pesawat, alih-alih dia membawa peledak itu ke CIA. Menurut New York Times, pria itu kini dalam keadaan aman di Arab Saudi. 

BBC melaporkan, pria itu dikatakan mendapat tugas berat dari intelijen Saudi, yakni meyakinkan AQAP bahwa dia ingin meledakkan diri dalam sebuah pesawat tujuan AS.

Agen itu juga yang memberi petunjuk bagi CIA, seperti ditulis New York Times, untuk melakukan serangan pesawat tak berawak di Yaman, Minggu (6/5/2012), yang menewaskan pemimpin AQAP Fadh al-Quso.

Quso menjadi buron dalam kaitannya dengan pengeboman terhadap kapal perusak AS USS Cole di Yaman 12 tahun silam. AS menawarkan hadiah sebesar 5 juta dollar AS untuk informasi yang menghasilkan penangkapan atau terbunuhnya Quso.

Mengutip pihak berwenang AS, ABC News melaporkan bahwa Quso merencanakan serangan yang mirip dengan serangan yang gagal untuk peledakan pesawat penumpang pada 2009.(kompas.com)

Aceh Siap Basmi Senpi Ilegal


JAKARTA - Delegasi Aceh yang di dalamnya termasuk gubernur/wakil gubernur terpilih, Zaini Abdullah/Muzakir Manaf, Senin (7/5) melakukan pembicaraan dengan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo di Mabes Polri. Salah satu isi pembicaraan adalah komitmen pemerintah Aceh yang baru untuk memberantas peredaran senjata api (senpi) ilegal di provinsi ini.

Delegasi Aceh yang melakukan pembicaraan dengan Kapolri Timur Pradopo, selain Zaini Abdullah/Muzakir Manaf juga Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud, Zakaria Saman, Kamaruddin Abubakar, Tgk Irsyadi, dan Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh (PA) Pusat, Fachrul Razi.

“Selain penanganan senjata ilegal, pertemuan itu juga membicarakan tentang pemberantasan korupsi di Aceh,” kata Jubir PA Pusat, Fachrul Razi.

Ditanya apakah dalam pertemuan itu ikut dibicarakan soal Ayah Banta atau Vikram yang diduga terlibat dalam peristiwa kekerasan bersenjata di Aceh, Fachrul Razi mengatakan sama sekali tidak dibicarakan.

“Pertemuan itu lebih banyak membincangkan tentang kerja sama antara Pemerintah Aceh yang baru dengan kepolisian dalam menjaga perdamaian serta meminimalisir aksi-aksi kriminalitas,” ujar Fachrul Razi.

Kapolri mengaharapkan Pemerintahan Aceh yang baru dapat dijalankan secara bersih dan para pelanggar hukum ditindak sesuai ketentuan. “Tidak ada toleransi bagi pelanggar hukum di Aceh. Tidak ada yang kebal hukum,” kata Fachrul Razi mengutip Kapolri.

Kamis, 10 Mei 2012

Dokter Gigi Bima Ditangkap Densus 88


Mataram, - Dokter gigi Yuni Ardie, yang ditangkap bersama Kam, di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, 13 April 2012, mengaku tidak mempersoalkan perlakuan Tim Densus 88 Mabes Polri yang menangkapnya di jalanan.

"Tidak masalah bagi saya, saya pahami polisi menggunakan Undang Undang Teroris, sehingga menangkap orang yang diduga dengan cara apapun, kemudian surat penangkapannya menyusul. Tidak ada masalah," kata Yuni yang dihubungi dari Mataram, Minggu (22/04) malam.

Yuni sempat menjalani pemeriksaan intensif di Mabes Polri semenjak ditangkap di Kota Bima. Ia sempat jadi terduga menyembunyikan buronan teroris sehingga dikait-kaitkan dengan jaringan terorisme, namun akhirnya dilepas karena tidak cukup bukti untuk menjeratnya.

Drg Yuni tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Minggu (21/4) siang, dan dijemput sanak keluarganya. Bahkan ibundanya sengaja datang dari Jawa Timur untuk menjemputnya di Bandara Bima itu.

Sebelumnya, Drg Yuni ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri, ketika bersama rekan kerjanya Kam, tengah berkendaraan di Jalan Melati, Kota Bima, dari kediaman Drg Yuni hendak menuju Masjid Raya Bima untuk Salat Jumat. Jarak dari kediaman Drg Yuni ke Masjid Raya itu, sekitar 200 meter.

Hingga kini, Kam masih dalam pemeriksaan intensif di Mabes Polri. Ia teridentifikasi terlibat dalam sejumlah aksi terorisme, termasuk dengan jaringan terorisme Cikampek, Jawa Barat.

Kam teridentifikasi pernah mengikuti pelatihan terorisme di Aceh, dan dikenal sebagai ahli persenjataan. Ia dikabarkan juga terlibat dari aksi terorisme di Poso, yang kabur kemudian bersembunyi di Bima, NTB.

Yuni mengatakan, ia telah memenuhi prosedur pemeriksaan yang diberlakukan Tim Densus 88 Mabes Polri, terhadap seseorang yang diduga terlibat teroris.

Ia merasa diperlakukan secara wajar selama dalam proses pemeriksaan, tidak pernah disiksa atau diperlakukan kasar. Bahkan, diberi makan dan tempat tinggal yang layak.

Yuni pun mengaku telah menjelaskan kronologi perkenalan dengan Kam hingga dipekerjakan sebagai staf di tempatnya melakukan praktek kedokteran gigi.

"Saya hanya mempekerjakan orang itu di tempat praktek. Dia datang minta kerja, saya lihat orangnya baik maka saya pekerjakan dia. Saya tidak tahu masa lalunya, dia ngaku berasal dari Jakarta," ujarnya.

Yuni pun mengaku tidak menyangka Kam yang bekerja sebagai stafnya sejak tiga bulan lalu itu, teridentifikasi terlibat jaringan terorisme.

Drg Yuni sendiri telah menjadi bagian dari penduduk Kota Bima sejak sekitar lima hingga tujuh tahun lalu, dan selama di daerah itu ia menjalani profesi dokter gigi yang membuka praktek di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bima, kemudian pindah lokasi ke kediamannya di Kelurahan Pane, Kecamatan Rasa Na'e Barat, Kota Bima.