 |
| Simulasi penanganan teror (ilustrasi) |
Penanggulangan terorisme harus dilakukan secara sinergis oleh seluruh kekuatan nasional Indonesia yakni TNI dan Polri. Sementara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) selaku badan negara yang bertugas mengoordinir kekuatan nasional dalam penanggulangan terorisme, memutuskan untuk menyinergikan kekuatan Negara.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua BNPT Irjen Pol. Ansyaad Mbai dalam amanat yang dibacakan oleh Kasubdit Penanggulangan Sistem Operasi Direktorat Pembinaan Kemampuan BNPT, Kombes Pol Drs Firman Fadila MH, saat upacara pembukaan latihan bersama (Latma) TNI-Polri dalam rangka penindakan pelaku terorisme, di Makorem 132 Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (3/2/2013).
Lebih lanjut Ansyaad mengatakan, tugas BNPT di wilayah Sulawesi Tengah adalah menyinergikan kekuatan TNI-Polri dengan mengadakan pelatihan penindakan dengan sandi Latin III.
“Perlu disadari bahwa pelatihan yang diberikan tidak mencakup semua aspek dan bentuk metamorfosis terorisme, tetapi hanya difokuskan kepada bidang penindakan saja, mengingat keterbatasan waktu,” terang Ansyaad seperti disampaikan Firman.
Nantinya, BNPT akan melakukan analisa dan evaluasi atas hasil pelatihan penindakan yang dilaksanakan di Palu untuk menentukan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan pelatihan selanjutnya.
Dalam latihan kali ini, berbagai hal ingin dicapai, di antaranya adanya peningkatan kemampuan teknik antigerilya bagi satuan pelaksana operasi penindakan terorisme yang jauh dari pemukiman, serta peningkatan kemampuan tugas pelaksanaan dalam operasi penindakan tindak pidana terorisme dengan korban jiwa seminimal mungkin.
Latma yang dikoordinir oleh BNPT ini melibatkan 1 satuan setingkat kompi (SSK) Sat Brimob Polda Sulteng, serta 1 satuan setingkat peleton atau 2 regu personel dari Yonif 711 Raksatama dan Yonif 714 Sintuwu Maroso. Sementara para instruktur dan pemateri dalam Latma ini berasal dari Densus 88 Anti-Teror Polri, Korps Brimob Polri, Polda Sulteng, Direktorat Zeni TNI AD, serta Komando Kewilayahan TNI AD, TNI AL, dan TNI.
Kegiatan yang digelar selama seminggu ini ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Firman Fadila kepada perwakilan peserta.
Di akhir latihan nantinya, para peserta Latma akan menampilkan simulasi penanggulangan tindak pidana terorisme, yang akan dilaksanakan di Mako Brimob Polda Sulteng pada 9 Februari mendatang.