Keterlibatan remaja Islam dalam aksi-aksi radikalisme dan terorisme membersitkan tanya, ada apa dengan remaja Islam?. Secara psikologis anak muda dalam kondisi yang sangat rentan, atau dalam bahasa populernya mudah terserang galau. Kegalauan inilah yang menuntun anak usia remaja untuk mencoba-coba dan mencari-cari jawab dari pertanyaan yang mengendap dalam benaknya.
Problemnya adalah ketika dalam masa pencarian tersebut, seorang remaja Islam bertemu dengan mentor atau guru agama dari kelompok-kelompok radikal atau bahkan teroris. Dalam kondisi psikologis yang galau sangat mudah bagi para radikalis dan teroris untuk menjejalkan ideologi horor mereka.
Bahkan menurut Dosen UIN Syarif Hidayatulah Jakarta, Zaki Mubarak, kelompok-kelompok Islam radikal sangat pandai dalam mengemas cara untuk mempropagandakan ideologi mereka.
“Kelompok-kelompok radikal pandai membuat suasana belajar yang guyub, lebih dekat secara emosional dan personal. Termasuk juga cara mengajar yang tidak membosankan” tutur Dosen UIN Syarif Hidayatulah Jakarta tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar