![]() |
| Dok Solopos |
Perayaan Natal tahun ini bisa dikatakan berjalan secara lancar, aman, damai, dan tentram. Hampir tidak ada masalah apa pun terkait dengan pelaksaan Hari Raya umat Kristiani ini. Dari pelbagai macam belahan negeri dilaporkan umat Kristiani menjalankan semua prosesi Natal secara tenang dan sempurna. Termasuk di wilayah-wilayah yang belakangan dilanda riak-riak konflik seperti Poso dan Papua.
Semua ini tentu tidak terlepas dari peran dan kerjasama banyak pihak. Aparat keamanan, contohnya, sudah pasti berada di barisan terdepan dalam pengamanan hari-hari besar keagamaan seperti Hari Raya Natal ini. Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada jajaran aparat keamanan yang terus menjalankan tugas mulia sebagai abdi negara dan masyarakat.
Apresiasi yang tak kalah tinggi sejatinya juga diberikan kepada masyarakat luas yang proaktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Hingga mereka dapat menjalankan semua aktivitasnya secara lancar tanpa gangguan apa pun.
Dalam konteks perayaan Natal tahun ini, peran masyarakat dalam menjaga keamanan harus mendapatkan perhatian dan apresiasi khusus. Mengingat tak sedikit dari mereka yang bahkan iktu serta mengamankan tempat-tempat peribadatan umat Kristiani. Termasuk dari kalangan umat non-Kristen.
Sebagai negara majemuk, Indonesia sangat membutuhkan adanya kesadaran dan solidaritas lintas iman seperti di atas. Sebuah kesadaran yang turut bahagia dengan kebahagiaan yang dirasakan oleh saudara sebangsanya. Sebuah kesadaran yang turut bertanggungjawab dalam rangka membentuk kehidupan yang ramah, saling memahami dan saling menghormati.
Hal ini sangat penting diperhatikan untuk menjaga kerukunan yang ada dan tercipta di tengah-tengah masyarakat. Hingga perbedaan-perbedaan ataupun masalah-masalah yang ada tidak menimbulkan konflik sosial. Khususnya masalah terkait dengan perbedaan yang bersifat sosial dan keagamaan.
Harapannya adalah ikhtiar bersama menjaga keamanan dan kerukunan ini terus dipertahankan di hari-hari besar keagamaan lainnya, tanpa pandang bulu apa pun agamanya. Bahkan ikhtiar ini juga penting dilakukan pada hari-hari biasa. Hingga persaudaraan dan keakraban bisa terbangun secara kokoh dalam kehidupan masyarakat.
Dalam konteks negara majemuk seperti Indonesia, ikhtiar menjaga kerukunan bersama ini teramat penting untuk dilakukan. Karena bila tidak, maka yang terjadi adalah konflik sosial, kecurigaan, atau bahkan konflik sosial yang tak jarang mencabik-cabaik rasa persaudaraan bahkan memakan korban jiwa.
Mari kita jaga dan pertahankan kerukunan dalam keadaan apa pun. Hingga keindoneaan tetap berdiri tegak di dalam diri kita semua. Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar