KERAGAMAN ETNIS
Senin, 03 September 2012
Jokowi tak mau teror di Solo dikaitkan dengan Pilgub DKI
Wali Kota Solo, Jokowi tidak mau berprasangka buruk soal aksi teror yang sedang terjadi di Solo. Jokowi enggan mengaitkan teror yang menewaskan anggota polisi itu dengan panasnya perebutan kursi orang nomor satu di DKI Jakarta.
"Mengenai berkaitan atau tidak, saya tidak mau prasangka, mikir negatif, yang penting ada masalah segera selesaikan. Soal teror itu tanyakan aparat," ujar Jokowi kepada wartawan usai menghadiri acara Halal Bihalal PDI-P, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (2/9).
Jokowi menambahkan, dirinya mengakui bahwa adanya peristiwa teror tersebut tak pelak membuat bobot tubuhnya menyusut hingga sekian kilo. Pasalnya dirinya diharuskan bolak-balik Solo-Jakarta untuk mengurus segala keperluan.
"Soal penembakkan di Solo jadi nambah pusing, bolak balik saya jadinya. Di Jakarta menghadiri agenda terkait Pilkada, lalu langsung bertolak ke Solo. Jadi tambah kurus," paparnya.
Menurut jokowi, jadwal di Jakarta menjadi terganggu karena dirinya tidak bisa beraktifitas dengan penuh. "Kalau mengganggu aktifitas, iya betul itu mengganggu. Harusnya di sini bisa full tapi sekarang tidak," tandasnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar