Pihak kepolisian Pelabuhan Perak pun mengumpulkan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk para pengikut Syiah yang ada di Surabaya. Hadir dalam pertemuan itu Wakapolres Pelabuhan Perak, Kompol Kholilur Rochman, Ketua MUI Semampir, Kiai Haji Misbah Baidowi, Camat Semampir, Daya Prasetyono, Danramil Semampir, Kapten Prasetyo, Kepala KUA Semampir, Suratman, dan Kepala Satpol PP Semampir, Ilyas.
Mereka membahas agar insiden Sampang tidak merembet ke Surabaya. Serangkaian langkah antisipasi pun dibahas.
"Meski konflik terjadi di Sampang, namun pengikut Syiah di Surabaya juga banyak. Untuk itulah kita mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir, karena pihak Polres Pelabuhan beserta tokoh agama dan masyarakat, khususnya di wilayah Semampir sepakat untuk tetap menjaga keamanan," kata Kholilur Rochman.
Senada dengan Wakapolres Pelabuhan, salah satu perwakilan Syiah Surabaya, Rusdi menyambut baik upaya polisi yang menjaga keamanan Surabaya.
"Saya menjamin, warga Syiah di Surabaya tidak akan terprovokosi dengan kejadian Sampang," janji Rusdi.
Kesepakatan lain, mereka berjanji tidak melakukan ceramah agama dengan tema-tema berbau SARA yang bisa menyulut amarah warga. Sebelumnya, tragedi berdarah meletus di Sampang, Madura tepatnya di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben.
Rombongan kelompok Syiah di Sampang, Madura diserang ratusan warga, Minggu 26 Agustus lalu. Akibatnya, satu warga Syiah meninggal, dan AKP Aris Dwi, kritis akibat luka di kepala.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar