“Tidak cukup diatasi dengan ceramah dan seruan untuk bertoleransi. Tindakan nyata Presiden yang bisa menghentikan persekusi atas mereka yang berbeda,” kata Direktur Setara Institute Hendardi di Jakarta.
Hendardi menilai peristiwa Sampang sebagai potret buram terhadap jaminan kebebasan warga untuk beragama dan berkeyakinan pada 2012. Menurutnya, kepolisian terutama Polda Jawa Timur, gagal menjaga keamanan dan melindungi warga.
“Sudah sepantasnya Kapolda Jatim dicopot dari jabatannya. Kapolri harus turun tangan mengatasi serangan kelompok massa yang berulangkali. Keberulangan ini terjadi karena kekerasan terus dibiarkan tanpa penegakan hukum,” tandas Hendardi.
Dia menengarai kerusuhan di dusun Nangkernang ini dilakukan secara terorganisir. “Peristiwa penyerangan, pembunuhan, dan pembakaran pemukiman Syiah Sampang, bukanlah kerusuhan tapi penyerangan sistematis yang direncanakan,” kata Hendardi.
Sumber: Antara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar