KERAGAMAN ETNIS

KERAGAMAN ETNIS

Jumat, 02 November 2012

Intoleransi Bertransformasi Menjadi Terorisme


Terbongkarnya rencana kelompok Harakah Sunni Untuk Masyarakat Indonesia (HASMI) untuk mengebom beberapa target mengukuhkan asumsi bahwa intoleransi rentan berkembang menjadi terorisme. Pasalnya, HASMI tidak pernah terlibat dalam aksi-aksi teror yang berlangsung di Indonesia sebelumnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian, Noor Huda Ismail, mengatakan, transformasi intoleransi menjadi terorisme itu akibat kelompok garis keras merasa mendapat angin, karena pemerintah gagal menumpas kelompok radikal yang menyasar kaum minoritas. “Terdapat eskalasi dalam transformasi dari intoleransi menjadi terorisme,” kata Noor Huda.

Jauh sebelumnya, hasil penelitian SETARA Institute tentang transformasi organisasi Islam radikal di Jawa Tengah dan Yogyakarta menunjukkan, kelompok radikal yang berwatak intoleran telah dijadikan media bagi kelompok jihadis untuk meradikalisasi dan mereproduksi individu-individu yang tergabung dalam kelompok radikal untuk bertransformasi menjadi teroris.

Menurut Hendardi, Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, pada dasawarsa 2000-an, aktor atau dalang terorisme di Indonesia adalah produk pendidikan luar negeri (Timur Tengah). Tetapi aksi terorisme sepanjang 2011, dari teror Bom Buku, Bom Cirebon, dan Bom Solo adalah hasil dari proses recovery kelompok teroris dengan memanfaatkan kelompok radikal.

Lebih lanjut dalam hemat ahli hukum yang tak pernah mengenyam bangku pendidikan hukum secara formal ini, pembiaran negara terhadap beberapa praktik intoleransi oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia menjadi salah satu akar tumbuh suburnya praktik terorisme.

”Ketika tidak ada penghukuman terhadap aksi-aksi radikalnya, berarti tidak ada efek jera. Maka pelaku ingin melakukan hal yang sama atau bahkan lebih dari itu karena merasa tidak dihukum,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kelompok HASMI menargetkan empat lokasi sebagai aksi teror yaitu Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Plaza 89 di mana ada Kantor Freeport di sana, dan Mako Brimob di Jalan Srondol, Jawa Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar