Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi membuat Iklan Layanan Masyarakat tentang Pancasila yang ditayangkan di stasiun televisi nasional. Iklan ini membidik sasaran pengenalan Pancasila kepada kawula muda. “Tayang setiap selasa malam,” kata Ketua Tim Peneliti Strategi Nasional Pembudayaan Pancasila, PSP UGM, Dr. Daud Tanudirja, dalam siaran persnya akhir pekan ini.
Menurut Daud, iklan layanan yang bertema pancasila ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan pengenalan nilai-nilai pancasila di kalangan generasi muda. Televisi dianggap sebagai media pembudayaan Pancasila yang memiliki pengaruh paling kuat. “Materi iklan kita dapatkan dari penelitian yang dilakukan selama dua tahun,” kata Daud.
Menurut Daud pemberian materi dan pembudayaan pembelajaran melalui pendidikan pancasila di sekolah yang relatif singkat mengakibatkan pemahaman dan penghayatan nilai-nilai Pancasila menjadi sederhana. Karena itu iklan layanan masyarakat akan bisa memberi penjelasan lebih baik. “Kalau hanya sekolah mereka tidak mampu menjiwai nilai-nilai Pancasila dalam mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Selain kurangnya jam pelajaran di sekolah, kata Daud ruang-ruang yang menjadi sarana belajar bagi generasi muda untuk mendalami pancasila juga masih minim. Dia menilai kesulitan dalam mencerna nilai-nilai Pancasila inilah yang harus dijembatani oleh pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah dan media massa seperti televisi, koran, radio, dan jejaring sosial.
Pengajar Sosiatri UGM Prof. Dr. Janianton Damanik, M.Si mengatakan Pancasila adalah jawaban atas keberagaman dan perbedaan yang ada dalam bangsa Indonesia. Sayangnya, dalam hal penghayatan dan pengamalan mengalami penurunan tingkat pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. “Penurunan ini selain dikarenakan tidak adanya materi Pancasila sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri juga disebabkan oleh lingkungan yang kurang kondusif,” katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar