KERAGAMAN ETNIS

KERAGAMAN ETNIS

Rabu, 25 Juli 2012

Ada Jalur Peredaran Gelap Senjata di Sulawesi

"Jadi bukan hasil analisis, tapi hasil pengungkapan kejahatan terorisme selama ini"


Juru Bicara Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan, Sulawesi Utara yang berbatasan dengan Filipina Selatan merupakan daerah paling rawan disusupi senjata ilegal.

"Jadi bukan hasil analisis, tapi hasil pengungkapan kejahatan terorisme yang selama ini pernah ada, terungkap fakta-faktanya ada penyelundupan senjata melalui Filipina Selatan dan dari Utara pulau Sulawesi," kata Boy di Mabes Polri, Senin 16 Januari 2012.

Boy mengatakan, jalur itu adalah jalur yang paling mudah disusupi oleh teroris dari Filipina dan sebagai transit untuk memasukkan senjata ke Indonesia.

Sebagai contoh, kata Boy pada tahun 2010, ada seorang buron tersangka pidana terorisme yaitu Fadhli Sadama yang pernah belanja senjata di jalur itu. "Ini suatu kondisi yang harus diantisipasi. Artinya ada situasi-situasi senjata yang berasal dari wilayah luar RI, kemudian diupayakan untuk dapat masuk ke dalam wilayah RI," kata dia.

Untuk mencegah masuknya senjata agar tak terus terjadi, maka Polri akan melakukan peningkatan razia di daerah itu. "Ini didasarkan pada deteksi dini terhadap adanya dugaan senjata gelap di masyarakat," kata dia.

Boy menambahkan, selain jalur Sulawesi yang harus diwaspadai misalnya, senjata nonorganik yang diproduksi dari hasil rakitan atau hasil perdagangan gelap yang dimasukan melalui pintu-pintu atau pelabuhan internasional. Selain itu, wilayah perairan NKRI yang terdapat pelabuhan-pelabuhan kecil juga harus diwaspadai sebagai pintu masuk penyelundupan senjata ilegal. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar