Jakarta, Densus 88 anti teror masih mendalami dua orang yang diduga teroris yang ditangkap di Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (12/7) lalu. Keduanya diciduk di depan Pasar Sentral Poso, Jalan Sumatera, Kelurahan Gebang Rejo, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 08.30 Wita.
"Masih terus dilakukan penyidikan terhadap mereka yang melakukan pelatihan teror," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar, Sabtu (21/7).
Untuk diketahui, dua orang yang kini ditahan itu adalah Naim, domisili di Desa Watumaeta, Kecamatan Lore Utara (Napu). Dia berperan sebagai pendana kelompok JAT Poso serta penghubung dengan kelompok JAT Medan, Aceh, Solo, Lamongan, Kalimantan Timur, Jakarta, dan Bima. Dia juga dituduh menyembunyikan, teroris bernama Santoso, di sembunyikan di gubuk di kebun sayur Desa, kabupaten Poso Februari 2010, ikut latihan militer, menggunakan senjata api di
Gunung Wilu, kecamatan Poso Pesisir. Juga menggalang pendanaan untuk kegiatan terorisme.
Sementara itu, tersangka yang kedua jelas Boy bernama Choribul Mujid. Mujid dipersiapkan untuk bom bunuh diri. Dia juga terlibat menyembunyikan Santoso.Para pelaku diduga memiliki rangkaian kasus dengan penembakan dua anggota polisi di depan kantor Bank BCA, Jalan Emi Saelan, pada 2011 lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar