|
Salah satu aspek terpenting pada
rentang hidup dan kehidupan manusia adalah pergaulan sosial. Pergaulan
(menyangkut, kenal dan kenalan, kawan, teman, dan sahabat atau persahabatan)
dapat terjadi pada setiap waktu dan semua tempat, serta dengan semua pihak;
juga sesuai dengan sikon kemanusian serta profesi masing-masing.
Persahabatan yang baik, ada ikatan kasih persahabatan, mempunyai
ciri-ciri, antara lain, melintasi batas-batas SARA; adanya kesetiaan;
kebersamaan; dan keterbukaan serta kejujuran. Pada umumnya, persahabatan yang
baik selalu menghantar pada suasana penuh kedamaian dan kesejahteraan.
Mungkin, bisa terjadi perbedaan (karena berbagai alasan) dalam persahabatan,
namun biasanya membawa pada perbaikan atau kearah yang lebih baik.
Mudah-mudahan, model hubungan sosial
pada ranah persahabatan yang menembus tembok-tembok perbedaan sara tersebut,
bisa langgeng atau bertahan lama. Hal tersebut, bisa saja terjadi, jika agama
dan perbedaan agama dijadikan pertimbangan utama ketika membangun hubungan dengan
orang lain. Jika itu terjadi, maka akan sering mendengar kata-kata bersifat
sentimen sara; misalnya, jangan bergaul dengan dia, dia khan Kristen, Islam,
Hindu, Budha, Khon Hu Cu, dan seterusnya; atau ngapain juga ku berteman dia
yang tak sealiran dan se agama denga ku …. dan kata-kata sejenis lainnya.
Atau jangan sampai terjadi, tiba-tiba sahabat - teman (kita) memutuskan
persahabatan - pertemanan, gara-gara ia menjadi member organisasi keagamaan
radikal, kemudian mengkafirkan semua yang berbeda dengan dirinya. Jika itu
terjadi, maka lebih baik kita ikuti nasehat
orang-orang berhikmat bahwa, “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang
buruk merusakkan
kebiasaan yang baik.”
|
KERAGAMAN ETNIS
Rabu, 25 Juli 2012
Terorisme, Narkoba & Korupsi Merupakan Penyakit Yang Harus Diberantas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar