Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj berpesan agar masyarakat yang mudik atau pulang kampung meniatkan diri untuk bersilaturahmi, mempererat tali persaudaraan.
“Niatkan silaturahim dengan orangtua, saudara, tetangga, kiai, guru. Jangan mudik dengan niat mau pamer mobil baru, handphone baru, atau baju baru,” kata Said Aqil saat melepas lebih dari seribu orang yang mengikuti Mudik Bareng NU di halaman Kantor PBNU, Jakarta, Minggu.
Dengan meniatkan silaturahmi, lanjut Kiai Said, maka mudik pun bernilai ibadah. Mudik Bareng NU digelar PBNU melalui Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid NU bekerja sama dengan Bank Mandiri.
Sebanyak 29 bus berpendingin udara disediakan untuk mengangkut pemudik tanpa dipungut biaya sepeser pun dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan melewati 54 kabupaten/ kota. “Ini mudik bareng yang kita gelar selama kepengurusan PBNU sekarang,” kata Ketua PP LTMNU KH KH Abdul Manan A Ghani.
Pada tahun sebelumnya, PBNU juga bekerja sama dengan Bank Mandiri memberangkatkan 22 bus untuk mengangkut pemudik.
Sementara itu Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Pahala N Mansury mengatakan, kerja sama dengan PBNU berupa mudik gratis itu merupakan bagian dari komitmen sosial Bank Mandiri. “Melalui kerja sama ini kami berniat membantu saudara-saudara kita yang hendak berlebaran di kampung halaman,” katanya.
Selain mudik bareng, PBNU juga membuka Posko Mudik di 99 titik di jalur Jawa yang juga dikoordinasikan LTMNU.
Sekretaris PP LTMNU Ibnu Hazen menambahkan, posko mudik NU memiliki keunggulan karena berlokasi di masjid sehingga selain melepas lelah dan mampir ke kamar mandi, para pemudik dapat menunaikan shalat dalam suasana yang lebih teduh dan nyaman.
Fasilitas ini berbeda dengan posko-posko lain yang umumnya terbatas pada penyediaan kamar kecil dan tenda berukuran relatif sempit.
Sumber: Antara

Asyik dong mudik gratis.... :)
BalasHapus