Islam merupakan agama cinta damai yang memberikan pencerahan bagi alam semesta. Sebagai dinus salam, Islam tidak mangacu pada nama suku, nama bangsa, nama tokoh, melainkan mengacu pada sebuah nilai, yaitu nilai kedamaian dan keselamatan (assalam atau assilmu). “Jadi Islam sekali lagi adalah sebuah dinus salam, the religion of peace,” kata Dr. KH Abdul Malik Madani, MA, Katib ‘Am Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU).
Menurut Anggota Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat ini, ciri-ciri Islam sebagai agama perdamaian dan keselamatan tampak jelas dalam syi’ar-syi’ar Islam, seperti ucapan salam. Kalimat salam “Assalamualaikum” itu, lanjut Kiai Malik, menggambarkan bagaimana komitmen seorang muslim terhadap kehidupan yang damai.
“Semoga keselamatan dan kedamaian senantiasa menyertai Anda wahai saudaraku,” demikian Kiai Malik menjelaskan tentang makna Islam sebagai dinus salam.
Mantan Dekan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengatakan bisa juga dikatakan bahwa kalimat “assalam” sebagai salah satu diantara sembilan puluh sembilan al-Asma’ul Husna, yang artinya Allah yang maha salam, Allah sumber keselamatan dan kedamaian. “Semoga Allah senantiasa melindungi kalian, demikian pula rahmat dan barokahnya,” ungkapnya.
Jadi, lanjut Kiai Malik, jelas sekali bahwa Islam merupakan agama yang membawa pesan damai dan keselamatan bagi alam semesta. Menurut dia, jelas Islam tidak mengajarkan terorisme, tidak mengajarkan kekerasan, dan tidak mengajarkan ajaran yang meresahkan bagi umat manusia.
Dosen Ilmu Tafsir UIN Sunan Kalijaga ini meyakini bahwa tindakan keji terorisme jelas tidak mungkin dinisbatkan kepada Islam, namun kepada orang-orang yang mengaku dirinya sebagai muslim bisa saja terjadi karena kesalahan dalam memahami ayat-ayat Alquran dan ajaran Islam sebagai agama yang cinta damai dan memberi keselamatan bagi alam semesta itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar