KERAGAMAN ETNIS

KERAGAMAN ETNIS

Selasa, 29 Januari 2013

Jihad Paling Utama Adalah Jihad Memperbaiki Diri Sendiri


Kelompok radikal dan teroris kerap menggunakan kata jihad untuk melegalkan aksi-aksi mereka. Jihad di sini dipahami untuk menegakkan Islam dengan menghalalkan kekerasan bahkan darah orang lain. Tampaknya para radikalis lupa atau sengaja melupakan bahwa Islam diturunkan sebagai rahmat bagi semesta.

Tentu saja akan ada banyak pendapat yang menolak konsepsi jihad para radikalis dan teroris. Salah satunya adalah Haji Bambang, tokoh sentral relawan Bom Bali. Haji Bambang tahu betul betapa sakit dan menderitanya para korban akibat ulah para teroris. Dengan tegas ia menyatakan kepada Lazuardibirru beberapa waktu lalu bahwa aksi terorisme bukanlah jihad sama sekali.

Bagi Haji Bambang sudah jelas dinyatakan dalam al Qur’an bahwa jihad yang paling utama adalah terhadap diri sendiri, bukan diarahkan pada orang lain.

“Jihad yang benar memperbaiki diri, instrospeksi. Setelah jihad atas diri sendiri, baru kemudian orang lain. Dalam artian membantu sesama umat manusia. Itulah mengapa saya terus melanjutkan menjadi relawan” Ungkap Haji Bambang.

Pemaknaan Jihad versi teroris dan radikalis adalah salah satu kesesatan pikir. Hal yang paling kentara adalah luputnya kontektualisasi atas ayat-ayat jihad. Sejatinya apa yang diungkapkan Haji Bambang adalah suatu kontekstualisasi bahwa jihad pada saat ini lebih tepat dipahami sebagai introspeksi dan perbaikan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar