KERAGAMAN ETNIS

KERAGAMAN ETNIS

Senin, 28 Januari 2013

Terpidana Bom Bali: Aksi Teror Tak Bermanfaat

Ali Imron Terpidana Bom Bali-I

Ali Imron, terpidana seumur hidup kasus teror Bom Bali I Oktober 2002, menyesali keterlibatannya dalam aksi terorisme di Indonesia. Dalam pelbagai kesempatan, ia juga sudah mengutarakan permintaan maaf baik kepada korban, keluarga korban, maupun pemerintah Indonesia. Menurut dia, aksi teror di bumi pertiwi tidak memberikan manfaat, dan sebaliknya malah mencederai perjuangan Islam.

“Dulu memang saya ikut dalam kegiatan teror. Namun sekarang saya sadar bahwa aksi-aksi pengeboman di Indonesia menyalahi adab jihad, merugikan perjuangan Islam, dan tidak ada manfaatnya,” tutur pria asal Lamongan Jawa Timur ini kepada Lazuardi Birru.

Mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) ini menerangkan, jihad dalam bentuk perang hanya dapat dilakukan dalam situasi peperangan bukan setiap kesempatan. Syarat-syarat peperangan sudah diatur sedemikian ketat dalam hukum Islam.

“Indonesia bukan medan tempur. Maka kalau mau berjihad, berangkat saja ke Irak atau Palestina yang sedang berperang,” tandasnya saat ditemui di ruang besuk tahanan Polda Metro Jaya Jakarta.

Menurut Ale, begitu dia biasa disapa, kelompok teror begitu bersemangat ingin melakukan jihad lantaran seringnya mendapatkan doktrin jihad dalam bentuk perang. “Mereka hanya mendalami ayat-ayat Alquran yang berbicara tentang peperangan. Tahunya surga hanya bisa diraih dengan jihad, dan jihad cuma dengan berperang. Padahal ada banyak ayat dan hadis lain yang menyebutkan banyak cara untuk masuk surga. Kita menuntut ilmu saja jihad kok, kalau mati di jalan juga syahid. Ini yang tidak disampaikan secara utuh kepada para ikhwan,” imbuhnya.

Ia cukup bersyukur, para para ikhwan sekarang tidak punya kemampuan militer yang mumpuni. Kalaupun punya kemampuan, ya amat terbatas, seperti Bom Cirebon dan Bom Solo.

Lebih lanjut Ale menyadari, saat ini yang bisa membuat Amerika Serikat dan sekutunya jengkel adalah ketika kita bisa berprestasi di tingkat internasional.

“Contoh kecil, anak kita bisa juara Olimpiade sains, itu akan membuat mereka jadi gentar. Sedangkan kalau kita membuat bom, Amerika dan Israel dapat membuat bom yang lebih canggih. Apalagi saat mengebom kita mati sendiri. Malah tertawa mereka,” tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar