Dakwah menjadi salah satu pilar penting dalam Islam. Mengglobalnya Islam sebagaimana yang dirasakan hingga saat ini menjadi mungkin berkat gerakan-gerakan dakwah Islam. Namun kesuksesan dakwah in tidak bisa dilepaskan dari strategi dakwah yang dioperasikan.
Tidak mungkin Islam akan diterima suatu penduduk jika ajaran-ajaran Muhammad disampaikan dengan jalur yang berkonfrontasi dengan nilai-nilai yang berlaku di ranah lokalitas setempat. Dalam hal ini Indonesia bisa menjadi fakta real bagaimana dakwah Islam berjalan dengan damai dan elegan seperti yang tampak dari berbagai bentuk akulturasi antara nilai-nilai Islam dan lokalitas.
Namun sayangnya belakangan ada beberapa kelompok Islam yang memahami bahwa dakwah identik dengan penggunaan kekerasan. Atas nama mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, mereka tak segan-segan melakukan aksi-aksi kekerasan, pengrusakan dan bahkan pembunuhan sebagaimana dilakukan para teroris.
Menurut KH. Ma’ruf Amin menjadikan radikalisme dan terorisme sebagai metode dan strategi dakwah Islam kontemporer adalah suatu bentuk kesalahan pikir yang sangat fatal. Karena menurutnya dakwah nabi sangat memprimasikan kedamaian dan toleransi.
Jejak dakwah nabi Muhammad SAW bukan sekedar untuk mendisseminasikan ajaran-ajaran Islam atau hanya sekedar menjadikan orang lain menjadi muslim. Melainkan lebih jauh dari itu, nabi menjadikan dakwah sebagai media transformasi sosial untuk pembaruan etika dan moral politik, kemasyarakatan dan etika ekonomi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar